Kepala SKPD
Menu Utama
Agenda Kegiatan
Link Penting
Rest Area Jembatan Timbang Pos Jasem Ngoro Apel Pos Pam Lebaran Dinas Kesehatan Kab. Mojokerto Marhaban  Ya Ramadan
www.mojokertokab.go.id Situs Resmi Kabupaten Mojokerto.

Info dinkes

  • [alternative text]Pertemuan Pelayanan Antenatal Terpadu
  • [alternative text]Kepengurusan surat ijin di Dinas Kesehatan
  • [alternative text]Pelayanan Kesehatan BPJS
  • [alternative text]JADWAL DIALOG INTERAKTIF RADIO
  • [alternative text]
Pertemuan Pelayanan Antenatal Terpadu

Pertemuan Pelayanan Antenatal Terpadu

Pada hari Jumat tanggal 15 Mei 2015 telah di laksanakan pertemuan Pelayanan Antenatal Terpadu yang dihadiri oleh narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan diikuti oleh 27 Bidan Koordinator Puskesmas.

Pelayanan Antenatal Terpadu adalah Pelayanan antenatal komprehensif dan berkualitas yang diberikan kepada ibu hamil dengan tujuan kehamilan yang sehat, bersalin dengan selamat, dan melahirkan bayi yang sehat.  Dimana tenaga kesehatan harus dapat memastikan bahwa kehamilan berlangsung normal, mampu meneteksi dini masalah dan penyakit yang dialami ibu hamil, melakukan intervensi secara adekuat sehingga ibu hamil siap untuk menjalani persalinan normal.

Pelayanan antenatal terpadu dan berkualitas diberikan oleh tenaga kesehatan yang kompeten yaitu dokter, bidan, dan perawat terlatih sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Pelayanan antenatal terpadu secara keseluruhan meliputi hal-hal sebagai berikut :

  1. Memberikan pelayanan dan konseling kesehatan termasuk gizi agar kehamilan berlangsung sehat
  2. Melakukan deteksi dini masalah, penyakit dan penyulit/komplikasi kehamilan
  3. Menyiapkan persalinan yang bersih dan aman
  4. Merencanakan antisipasi dan Persiapan dini untuk melakukan rujukan jika terjadi penyulit/komplikasi
  5. Melakukan penatalaksanaan kasus serta rujukan cepat dan tepat waktu bila diperlukan
  6. Melibatkan ibu dan keluarganya terutama suami dalam menjaga kesehatan dan gizi ibu hamil, menyiapkan persalinan dan kesiagaan bila terjadi penyulit/komplikasi

Dalam melakukan pemeriksaan antenatal, tenaga kesehatan harus memberikan pelayanan yang berkualitas sesuai standar yang terdiri dari :

       1. Timbang berat badan dan ukur tinggi badan

Penimbangan berat badan bertujuan untuk mendeteksi adanya gangguan pertumbuhan janin.

Pengukuran tinggi badan bertujuan untuk menapis adanya faktor risiko pada ibu hamil

        2. Ukur tekanan darah

Pengukuran tekanan darah bertujuan untuk mendeteksi adanya hipertensi (tekanan darah ≥ 140/90 mmHg) pada kehamilan dan preeklampsia (hipertensi disertai edema wajah dan atau tungkai bawah dan atau proteinuria)

         3. Nilai status gizi (ukur lingkar lengan atas/LILA)

Pengukuran LILA hanya dilakukan pada kontak pertama oleh tenaga kesehatan di trimester I untuk skrining ibu hamil berisiko Kurang Energi Kronis (KEK) dimana LILA < 23,5 cm.  Ibu hamil dengan KEK akan dapat melahirkan bayi berat lahir rendah (BBLR)

         4. Ukur tinggi fundus uteri

Pengukuran tinggi fundus uteri pada setiap kali kunjungan antenatal dilakukan untuk mendeteksi pertumbuhan janin sesuai atau tidak dengan umur kehamilan.

          5. Tentukan presentasi janin dan denyut jantung janin (DJJ)

Menentukan presentasi janin dilakukan pada trimester II dan selanjutnya setiap kali kunjungan antenatal dengan tujuan mengetahui letak janin.

Penilaian DJJ dilakukan pada akhir trimester I dan selanjutnya setiap kali kunjungan antenatal dengan tujuan mengetahui adanya kegawatan janin (DJJ lambat < 120x/menit atau cepat > 160x/menit)

          6. Skrining status imunisasi tetanus dan berikan imunisasi Tetanus Toksoid (TT) bila diperlukan

Untuk mencegah terjadinya tetanus neonatorum pada ibu hamil.

          7. Beri tablet tambah darah (tablet besi) untuk mencegah anemia gizi besi pada ibu hamil

          8. Periksa laboratorium (rutin dan khusus)

Pemeriksaan laboratorium rutin adalah  pemeriksaan laboratorium yang harus dilakukan pada setiap ibu hamil yaitu golongan darah, hemoglobin, dan pemeriksaan spesifik daerah endermis (malaria, HIV,sifilis dll)

Pemeriksaan laboratorium khusus adalah pemeriksaan laboratorium lain yang dilakukan atas indikasi pada ibu hamil yang melakukan kunjungan antenatal (kadar gula darah,BTA dll).

9. Tatalaksana/penanganan kasus

Hasil pemeriksaan antenatal yang ditemukan kelainan harus ditangani sesuai standar dan kewenangan tenaga kesehatan. kasus-kasus yg tidak dapat ditangani dirujuk sesuai dengan sistem rujukan.

10. Temu wicara (konseling)

Konseling antenatal meliputi kesehatan ibu, perilaku hidup bersih dan sehat, peran suami/keluarga dalam kehamilan dan perencanaan persalinan, tanda bahaya pada kehamilan,persalinan dan nifas serta kesiapan komplikasi, asupan gizi seimbang, gejala penyakit menular dan tidak menular, inisiasi menyusu dini (IMD), KB pasca persalinan, imunisasi.

Read more

Kepengurusan surat ijin di Dinas Kesehatan

Kepengurusan surat ijin di Dinas Kesehatan

Salah satu program di Dinas Kesehatan adalah kepengurusan surat ijin. Ada dua hal yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan dalam kepengurusan ijin yaitu penerbitan surat rekomendasi dan surat ijin.

Penerbitan Surat Ijin diberikan untuk petugas kesehatan dan industri rumah tangga.

Surat ijin untuk petugas kesehatan peruntukkan kepada Dokter, Perawat, Perawat Gigi, Apoteker, Bidan, Gizi, Asisten Apoteker, Sanitasi, Analis Medis, Pengobat Tradisional dan Refleksi Optician. Sedangkan untuk industri rumah tangga surat ijin usaha dikhususkan untuk usaha makanan kecil, kripik dkk.

Penerbitan Surat Rekomendasi diberikan untuk BP/RB/Klinik/Rumah Sakit, Apotik, Laboratorium dan Optik serta untuk Jasa Boga/Makanan laik sehat (Cathering, Rumah Makan, Air isi ulang/ Depo Air Minum)

Untuk informasi lebih lanjut dapat datang langsung ke Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto.

Read more

Pelayanan Kesehatan BPJS

Pelayanan Kesehatan BPJS

BPJS Kesehatan (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan) merupakan lembaga yang dibentuk oleh pemerintah untuk menyelenggarakan jaminan pemeliharaan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia. BPJS kesehatan sebelumnya dikenal dengan nama Askes (Asuransi Kesehatan) yang kemudian berubah menjadi BPJS Kesehatan mulai 1 Januari 2014.

Pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS  :

1. Peserta Pegawai Negeri Sipil (PNS) beserta anggota keluarganya, dan purnawirawan PNS sebagai peserta BPJS Kesehatan. Pelayanan Kesehatan dapat dilayani dengan menggunakan kartu barcode Askes (warna kuning) yang telah dimiliki dan tidak perlu dilakukan perubahan menjadi kartu BPJS kesehatan secara individu/perorangan, karena kartu tersebut masih berlaku dan nomor yang tertera pada kartu barcode tersebut telah terdaftar dalam masterfile kepesertaan BPJS kesehatan

 

2. Peserta Jamkesmas yang kemudian disebut sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) sebagai peserta BPJS Kesehatan. Pelayanan Kesehatan dapat dilayani dengan menggunakan kartu barcode (warna biru) yang telah dimiliki dan tidak perlu dilakukan perubahan menjadi kartu BPJS kesehatan secara individu/perorangan, karena kartu tersebut masih berlaku dan nomor yang tertera pada kartu barcode tersebut telah terdaftar dalam masterfile kepesertaan BPJS kesehatan

 

3. Pelayanan Kesehatan yang dijamin oleh BPJS Kesehatan sesuai ketentuan dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 111 Tahun 2013, dilayani di :

 I. Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yaitu Puskesmas/Dokter Keluarga/BP/Poli meliputi : Pemeriksaan, pengobatan, konsultasi medis, tindakan medis (operatif/non operatif), pelayanan obat, pelayanan darah, pemeriksaan penunjang diagnostik laboratorium dasar dan rawat inap tingkat pertama sesuai indikasi medis.

 II. Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan (FKTL) yaitu Rumah Sakit dan Optikal, yang mencakup pelayanan :

    1. Rawat Jalan meliputi : Pemeriksaan, pengobatan, konsultasi medis, tindakan medis spesialistik sesuai indikasi medis, pelayanan obat, pelayanan alat kesehatan, pelayanan penunjang diagnostik lanjutan sesuai indikasi medis, rehabilitasi medis, pelayanan darah dan pelayanan jenazah. Pelayanan di poli rawat jalan rumah sakit diberikan atas rekomendasi dokter di FKTP sesuai indikasi medis melalui surat rujukan untuk kunjungan pertama (berlaku 1 bulan atau sampai dengan peserta dirujuk balik ke FKTP) atau surat kontrol untuk kunjungan berikutnya (berlaku untuk 2 kali). Untuk pelayanan obat, dilayani oleh pihak Instalasi Farmasi Rumah Sakit untuk pengobatan selama 7 (tujuh) hari. Sedangkan bagi peserta penderita penyakit kronis, dapat dilayani untuk pemberian obat selama 30 hari.

   2. Rawat Inap meliputi :

      a. Perawatan Inap Non Intensif,

          Perawatan di ruang akomodasi, diberikan sesuai hak kelas rawat peserta. Peserta PNS untuk Golongan I dan II berhak untuk ruang perawatan kelas II, sedangkan untuk golongan III dan IV, berhak untuk ruang perawatan kelas I. Pada kondisi ruang perawatan sesuai hak peserta penuh, peserta yang bersangkutan dapat mengajukan permohonan untuk dirujuk ke rumah sakit lainnya atau bersedia naik/turun kelas, melalui surat pernyataan tertulis. Bagi peserta yang menginginkan kelas perawatan yang lebih tinggi dari haknya, dapat mengikuti asuransi kesehatan tambahan atau membayar selisih biaya dari penjamin BPJS kesehatan dengan biaya akibat peningkatan kelas perawatan. Bagi peserta PBI berhak mendapatkan ruang perawatan kelas III dan tidak bisa naik kelas perawatan.

        b. Perawatan Inap Intensif

            Perawatan di ruang Inap Intensif dilakukan di ruang High Care Unit (HCU), Intensive Care Unit (ICU), Intensive Cardiac Care Unit (ICCU), Neonatus Intensive Care (NICU) atau Pediatric Intensive Care Unit (PICU), atas indikasi medis dari Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) dan disesuaikan dengan fasilitas ruang inap intensif yang dimiliki oleh faskes. Pada kasus dimana karena tingkat keparahan penyakitnya tidak dapat ditanggulangi di rumah sakit setempat, peserta dapat dirujuk ke rumah sakit lain yang berada di dalam/luar wilayah BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto dengan menggunakan fasilitas akomodasi ambulan yang dijamin oleh BPJS Kesehatan.

 

4. Pada kondisi emergency/kegawatdaruratan, peserta BPJS Kesehatan dapat dilayani di rumah sakit provider/non provider, (dipilih berdasarkan prioritas lokasi terdekat pada saat onset kejadian) dan tidak diperlukan surat rujukan dari FKTP. Apabila pelayanan tersebut dilayani di rumah sakit non provider, dan kondisi kegawatdaruratannya telah tertanggulangi, maka peserta tersebut dapat mengajukan untuk dipindahrawatkan di rumah sakit provider BPJS Kesehatan setempat. Jika peserta menolak untuk dirujuk, maka pembiayaan pelayanan kesehatan di rumah sakit non provider tersebut diluar kasus kegawatdaruratannya, adalah mutlak menjadi tanggung jawab peserta yang bersangkutan. Pembiayaan pelayanan emergency/kegawatdaruratan, tidak ditagihkan kepada peserta (tanpa biaya) melainkan ditagihkan oleh faskes tersebut kepada BPJS Kesehatan, sesuai ketentuan dalam Perpres No. 12 Tahun 2013. BPJS Kesehatan tidak melayani penggantian klaim reimburse yang diajukan peserta untuk pelayanan emergency/kegawatdaruratan di rumah sakit non provider.

 

5. Pembiayaan pelayanan kesehatan di FKTP dan FKTL , tidak menarik iur biaya bagi peserta BPJS Kesehatan, untuk semua aspek pelayanan (dikecualikan untuk Bahan Medis Habis Pakai/BMHP seperti diapers, susu bayi dll). Iur biaya hanya berlaku bagi peserta yang naik kelas pada saat rawat inap, dan untuk pembiayaan alat kesehatan yang telah di tetapkan dalam Permenkes No. 59 Tahun 2014 dengan nominal iur biaya sebesar selisih dari harga alat kesehatan sesuai plafon dengan harga alat kesehatan yang tersedia.

 

6. Informasi sehubungan dengan data pelayanan kesehatan untuk peserta BPJS Kesehatan dapat diakses melalui web www.bpjs-kesehatan.go.id atau komunikasi langsung dengan PIC BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto melalui nomor Hotline 082233842111

 

7. Daftar Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto

   a. Puskesmas : Puskesmas Sooko, Puskesmas Trowulan, Puskesmas Gayaman, Puskesmas Gedeg, Puskesmas Lespadangan, Puskesmas Kedungsari, Puskesmas Pungging, Puskesmas Watukenongo, Puskesmas Ngoro, Puskesmas Pesanggrahan, Puskesmas Pandan, Puskesmas Gondang, Puskesmas Puri, Puskesmas Kemlagi, Puskesmas Jetis, Puskesmas manduro, Puskesmas Dlanggu, Puskesmas Kutorejo, Puskesmas Tawangsari, Puskesmas Mojosari, Puskesmas Bangsal, Puskesmas Modopuro, Puskesmas Dawarblandong, Puskesmas Kupang, Puskesmas Pacet, Puskesmas Trawas, Puskesmas Jatirejo.

    b. Dokter Umum Praktik Mandiri :

        1. dr. Andi Poernama Timoer        Jl. Raya Gempolkerep Gedeg

        2. dr. Dina Agustiningtyas D.H      Ds. Gading RT 01 RW 04 Gading Kec Jatirejo

        3. dr. Rohmatun Naja                   Griya Pekukuhan Asri G 17

        4. dr. Rahmawati                         Dsn. Taluh Sudo Ds Gunungan Dawarblandong

    c. Dokter Gigi Praktik Mandiri :

        1. drg. Ririen Prawestri                 Jl. Jayanegara 19 A

        2. drg. Rizky Harris S                   Jl. Gajahmada Blok A 1 Mojosari

    d. Klinik Pratama :

        1. Klinik Rohima                          Jl. Garuda 1 Sooko

        2. Klinik Industri Medika               Kav A4-A6 Ruko Ngoro Industri Persada Ngoro

        3. Klinik Keluarga Bahagia            Jl. Raya Badung Dsn Badung Ds Kedunglengkong Kec Dlanggu

        4. Klinik Mulia Medika                  Dsn Ngrame RT 01 RW 01 Ds Ngrame Kec Pungging

        5. Klinik Rawat Inap Bina Sehat    Jl. Raya Jabon Km 6 Mojokerto

        6. Klinik Surya Husada                 Jl. Raya Trawas Km 8

        7. Klinik Aulia Husada                  Jl. Raya Canggu Kec Jetis

        8. Klinik Lailia Husada                  Jl. Raya Wotgalih Km 10 Dawarblandong

        9. Klinik Prima Medika                 Jl. Masjid No. 41 Mojosari

       10. Klinik Anugerah Sejati             Ds Candiharjo Kec Ngoro

       11. Klinik Wiludjeng                      Jl. Raya Ngijingan RT 01 RW 01 Ds Purwodjati Kec Ngoro

       12. Klinik Bersalin Muhammadiyah  Jl. Raya Jetis Kemlagi Ds Mojokumpul Kec Kemlagi

       13. Klinik Rawat Inap dr Djalu        Jl. Raya Canggu Kedungsumur Kec Jetis

       14. Klinik Rama Medika                Jl. Raya Menanggal no. 37 Kec Mojosari

    e. Fasilitas Kesehatan Tingkat I Milik TNI :

        1. Poskes TNI 503                       Jl. Mayangkara Mojosulur Mojosari

        2. Poskes SPN Mojokerto            Jl. Raya Bangsal Puloniti Kec Bangsal

    f.  Fasilitas Kesehatan Tingkat I Milik POLRI :

        1. Poli Bhayangkara Kab Mojokerto   Jl. Gajahmada No. 99 Menanggal Mojosari

   g. RS Kelas D Pratama/ Rumah Bersalin/Balai Pengobatan :

        1. BP Mitra 38                                 Jl. Raya Wates Sumpak No. 132 Trowulan

        2. BP Mitra Bersama                       Jl. Mojosari Trawas

        3. BP Nabila Husada                       Jl. Wonosari Warugunung Pacet

        4. BP Jamsostek 106                      Jl. Raya Wonosari No. 112 Ngoro

        5. BP Jamsostek 47                        Jl. Raya Jetis 57

        6. Poli Mojosari (Lab Alfa)                Jl. Hayam Wuruk No. 38 Mojosari

        7. BP Madinah                                Jl. Pasinan/Sumolawang No.9 Kec Puri

        8. BP Pratama Nusamedika             Jl. Raya Gempolkerep

 

8. Daftar Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan (FKTL) BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto

   a. Rumah Sakit Umum Pemerintah/Pemerintah Daerah

       1. RSUD Prof. Dr Soekandar               Jl. Hayam Wuruk No. 25 Mojokerto

       2. RSUD R.A Basoeni                        Jl. Raya Gedeg No.17 Gedeg Mojokerto

   b. Rumah Sakit Swasta

       1. Rumah Sakit Sidowaras                 Jl. Raya Pasar Sawahan Km 10

       2. Rumah Sakit Islam Sakinah           Jl. R.A Basoeni No.12 Sooko

       3. Rumah Sakit Islam Arofah              Jl. Gajahmada No. 01 Mojosari

       4. Rumah Sakit Kartini                       Jl. Airlangga No. 137 Mojosari

       5. Rumah Sakit Darma Husada           Jl.Raya Ngoro No. 192

       6. Rumah Sakit Mawaddah                 Jl. Raya Ngijingan Kec Ngoro

   c. Rumah Sakit Khusus

       1. Rumah Sakit Kusta Sumber Glagah   Jl. Sumber Glagah Pacet

   d. Optikal

       1. Optik Pelangi                                 Jl. Hayam Wuruk No. 34 Mojosari

 

9. Daftar Alat Bantu Kesehatan

    a. Kacamata

        Tarif                     : 1. PBI/Hak Rawat kelas 3 : Rp. 150.000

                                     2. Hak Rawat kelas 2       : Rp. 200.000

                                     3. Hak Rawat kelas 1       : Rp. 300.000

        Ketentuan            : 1. Diberikan paling cepat 2 tahun sekali

                                     2. Indikasi medis minimal : Sferis 0,5 D dan silindris 0,25 D

   b. Alat bantu dengar

        Tarif                    : Maksimal Rp. 100.000

        Ketentuan           : Diberikan paling cepat 5 tahun sekali atas indikasi medis

   c. Protesa alat gerak

         Tarif                   : Maksimal Rp. 2.500.000

         Ketentuan          : 1. Alat gerak adalah kaki palsu dan tangan palsu

                                    2. Diberikan paling cepat 5 tahun sekali atas indikasi medis

    d. Protesa Gigi

          Tarif                  : Maksimal Rp. 1.000.000

          Ketentuan         : 1. Diberikan paling cepat 2 tahun sekali atas indikasi medis untuk gigi yang sama

                                    2. Full Protesa gigi maksimal Rp. 1.000.000

                                    3. Masing-masing rahang maksimal Rp. 500.000

   e. Korset tulang belakang

          Tarif                   : Maksimal Rp. 350.000

          Ketentuan          : Diberikan paling cepat 2 tahun sekali atas indikasi medis

   f. Collar Neck

          Tarif                   : Maksimal Rp. 150.000

          Ketentuan          : Diberikan paling cepat 2 tahun sekali atas indikasi medis

   g. Kruk

           Tarif                  : Maksimal Rp. 350.000

           Ketentuan         : Diberikan paling cepat 2 tahun sekali atas indikasi medis

Read more

JADWAL DIALOG INTERAKTIF RADIO

JADWAL DIALOG INTERAKTIF RADIO

Salah satu kegiatan Dinas Kesehatan di Bidang Promkes adalah Dialog Interaktif di Radio Wika FM. Siaran Dialog interaktif dilaksanakan di Radio Wika FM Pacet Jam 10.00 s/d 11.00 WIB. Narasumber yang memberikan materi berasal dari bidang-bidang yang ada di Dinas Kesehatan. Nama Program siaran dialog interaktif di Radio Wika FM ini berjudul "AYO WADUL" dengan tema yang berbeda-beda sesuai dengan jadwal. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk mensosialisasikan kegiatan yang ada di Dinas Kesehatan serta sebagai sarana penyampaian aspirasi masyarakat yang berhubungan dengan kesehatan.

Berikut jadwalnya :

1. 22 Januari 2015           :  Bidang PKM

2. 12 Februari 2015         :  Bidang P2PL

3. 12 Maret 2015             :  Bidang Kesga

4. 2 April 2015                :  Bidang Yankes

5. 23 April 2015              :  Sekretariat

6. 21 Mei 2015               :  Bidang PKM

7. 11 Juni 2015              :  Bidang P2PL

8. 2 Juli 2015                :  Bidang Kesga

9. 30 Juli 2015              :  Bidang Yankes

10. 20 Agustus 2015       :  Sekretariat

11. 10 September 2015   :  Bidang PKM

12. 8 Oktober 2015        : Bidang P2PL

13. 29 Oktober 2015      : Bidang Kesga

14. 19 November 2015   : Bidang Yankes

15. 10 Desember 2015  : Sekretariat
 

Read more

Galeri
Komentar Pengunjung
Online Support
Info Pengunjung
© 2009 - 2015 Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto
Jl RA Basuni No 4 Mojokerto Telp:0321-321957 E-Mail:dinkeskabmojokerto@gmail.com