Kepala SKPD
Menu Utama
Agenda Kegiatan
Link Penting
Rest Area Jembatan Timbang Pos Jasem Ngoro Apel Pos Pam Lebaran Dinas Kesehatan Kab. Mojokerto Marhaban  Ya Ramadan
www.mojokertokab.go.id Situs Resmi Kabupaten Mojokerto.

Info dinkes

  • [alternative text]Perubahan jam kerja selama Ramadhan
  • [alternative text]Kunjungan ke Dinkes Madiun Terkait SIK
  • [alternative text]studi banding akreditasi puskesmas di kab Sampang
  • [alternative text]Pertemuan Akreditasi Puskesmas
  • [alternative text]Pertemuan Pelayanan Antenatal Terpadu
Perubahan jam kerja selama Ramadhan

Perubahan jam kerja selama Ramadhan

Ketika memasuki Bulan Ramadhan, untuk menghormati umat muslim yang berpuasa terdapat perubahan jam kerja di satuan kerja Pemerintah Kabupaten Mojokerto termasuk Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto. Perubahan jam kerja tersebut berdasarkan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2015 tentang Penetapan jam kerja ASN, TNI dan Polri pada Bulan Ramadhan.

Jam kerja bagi pegawai Dinas Kesehatan kabupaten Mojokerto pada Bulan Ramadhan diatur sebagai berikut :

  1. Bagi unit kerja yang diberlakukan 5 (lima) hari kerja
  • Hari Senin s/d Kamis                               pukul : 07.30 s/d 14.30                                                                                                      Waktu istirahat                                        pukul : 12.00 s/d 12.30
  • Hari Jumat                                              pukul : 07.00 s/d 14.30                                                                                                  Waktu istirahat                                        pukul : 11.30 s/d 12.30                                                                                                SKJ                                                        pukul : 06.30                                                                                                              

     2. Bagi SKPD/unit kerja yang berlakukan 6 (enam) hari kerja                                                                                                                

  • Hari Senin s/d Kamis                               pukul : 07.30 s/d 14.00

          Waktu istirahat                                        pukul : 12.00 s/d 12.30

  • Hari Jumat                                              pukul : 07.00 s/d 11.00

          SKJ                                                       pukul : 06.30

  • Hari Sabtu                                              pukul : 07.30 s/d 12.00

     3. Jumlah jam kerja baik 5 hari kerja maupun 6 hari kerja selama Bulan Ramadhan adalah sama yaitu 32,5 jam per minggu.

 

Read more

Kunjungan ke Dinkes Madiun Terkait SIK

Kunjungan ke Dinkes Madiun Terkait SIK

Hari Jumat tanggal 12 Juni 2015 telah dilakukan kunjungan ke Dinas Kesehatan Kota Madiun terkait dengan aplikasi SIKDA Generik yang diikuti oleh Kasubbag Perencanaan beserta staf perencanaan. SIKDA Generik yang telah diaplikasikan di Kota Madiun adalah versi 1.2 sedangkan SIKDA Generik yang berhasil di download Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto adalah versi 1.3.

Kota Madiun memiliki 5 Puskesmas yang terdiri dari 4 Puskesmas rawat jalan dan 1 Puskesmas Rawat Inap. Semua Puskesmas tersebut telah menjalankan aplikasi SIKDA Generik. Selain itu juga, terdapat tenaga IT untuk melakukan pengembangan aplikasi SIKDA yang telah dikontrak untuk jangka waktu tertentu.

Aplikasi SIKDA yang ada di Dinas Kesehatan Kab Mojokerto versi 1.3 yang merupakan pengembangan dari versi 1.2 sehingga kita perlu mendapat pendampingan untuk menjalankan aplikasi tersebut secara garis besar. Karena secara konten dalam aplikasi tersebut terdapat beberapa perbedaan. Dan hasil dari kunjungan kemarin,kita memperoleh pandangan bahwa aplikasi ini memerlukan dukungan oleh komitmen serta kerjasama baik dari Pihak Puskesmas maupun Pemerintah terkait, baik berupa dukungan moril maupun materil.

 

Read more

studi banding akreditasi puskesmas di kab Sampang

studi banding akreditasi puskesmas di kab Sampang

3 Juni 2015

Dalam rangka pelaksanaan Akreditasi di 3 Puskesmas di Kabupaten Mojokerto tahun 2015, Dinas Kesehatan bersama tiga puskesmas yaitu Jetis, Bangsal, dan Kutorejo melakukan Kaji Banding ke Puskesmas yang telah melaksanakan akreditasi yaitu Puskesmas Omben di Kabupaten Sampang. Dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang, Tim Akreditasi Dinas Kesehatan Mojokerto berniat menimba ilmu dalam proses Akreditasi.

Setelah menempuh perjalanan selama 5 jam, rombongan diterima langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang, dr. Firman di ruang pertemuan Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang. "Akreditasi ini muncul karena keinginan kami berbenah mengingat Indeks Kepuasan Masyarakat kami sangat rendah. Kami kalah dengan Kabupaten Papua. Itu yang mendorong kami bagaimana agar pelayanan kami diakui dan bisa lebih baik dari kabupaten lain yang lokasinya mungkin lebih terpencil dari kita," demikian ujar dr Firman.

Setelah mendapatkan dukungan dana dari?????, Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang menunjuk 2 Puskesmas untuk melaksanakan akreditasi, yaitu Puskesmas Omben dan Banyu anyar. Untuk Puskesmas Omben, sebelumnya pada tahun 2009, telah menjadi juara pelayanan publik dan pada tahun 2010 telah melaksanakan ISO. Dengan demikian menjadi mudah untuk melangkah ke proses akreditasi. Selama 3 bulan mendapatkan pendampingan dari tim penamping Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang, Puskesmas Omben mendapatkan penilaian dari tim independent. "Dibutuhkan perjuangan dan kerja keras dari teman-teman Puskesmas. Sangat penting dibangun komitmen karena untuk melaksanakannya teman-teman harus mau bekerja diluar jam dinas bahkan lembur sampai malam. Kami sebagai tim pendamping harus siap mensupport teman-teman puskesmas," demikian ujar Subagio, salah satu pendamping akreditasi Puskesmas Omben.

"Dengan melihat hasil dari Puskesmas Omben, bagaimana solidnya, komitmenya, tim Akreitasi Dinas Kesehatan berharap bisa mengikuti jejak dari Puskesmas Omben, untuk meningkatkan mutu pelayanan sehingga kami bisa mendapatkan pengakuan dari pihak luar, baik tim penelian maupun dari masyarakat," demikian tutup Ris Burham, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan selaku ketua rombongan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto.   

 

Read more

Pertemuan Akreditasi Puskesmas

Pertemuan Akreditasi Puskesmas

Kamis, 20 Mei 2015 telah dilaksanakan pertemuan Persiapan Akreditasi Puskesmas, yang dihadiri narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan diikuti 3 Puskesmas yang akan melaksanakan akreditasi pada tahun ini, yaitu Puskesmas Bangsal, Puskesmas Jetis dan Puskesmas Kutorejo.

Yang dimaksud dengan akreditasi adalah Pengakuan terhadap Puskesmas, klinik pratama, praktik dokter dan praktik dokter gigi yang diberikan oleh lembaga independen penyelenggara akreditasi yang ditetapkan oleh Menteri setelah dinilai bahwa fasilitas kesehatan tingkat pertama itu memenuhi standar pelayanan fasilitas kesehatan tingkat pertama yang telah ditetapkan untuk meningkatkan mutu pelayanan secara berkesinambungan.

Akreditasi ditujukan untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan dasar. Akreditasi dilakukan minimal 3 tahun sekali. Selain itu juga sebagai syarat recredensialing FKTP untuk BPJS.

Sasaran akreditasi Puskesmas sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yaitu penyelenggaraan pelayanan Puskesmas, UKM yang berorientasi sasaran, layanan klinis yang berorientasi pasien, peningkatan mutu puskesmas, klinis, dan keselamatan pasien.

Proses akreditasi Puskesmas adalah penetapan Puskesmas siap akreditasi, Workshop teknis, TOT Pendampingan atau surveyor, magang, Bimtek oleh komisi, survey sehingga terciptalah FKTP yang terakreditasi untuk peningkatan mutu pelayanan di Puskesmas.

 

Read more

Pertemuan Pelayanan Antenatal Terpadu

Pertemuan Pelayanan Antenatal Terpadu

Pada hari Jumat tanggal 15 Mei 2015 telah di laksanakan pertemuan Pelayanan Antenatal Terpadu yang dihadiri oleh narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan diikuti oleh 27 Bidan Koordinator Puskesmas.

Pelayanan Antenatal Terpadu adalah Pelayanan antenatal komprehensif dan berkualitas yang diberikan kepada ibu hamil dengan tujuan kehamilan yang sehat, bersalin dengan selamat, dan melahirkan bayi yang sehat.  Dimana tenaga kesehatan harus dapat memastikan bahwa kehamilan berlangsung normal, mampu meneteksi dini masalah dan penyakit yang dialami ibu hamil, melakukan intervensi secara adekuat sehingga ibu hamil siap untuk menjalani persalinan normal.

Pelayanan antenatal terpadu dan berkualitas diberikan oleh tenaga kesehatan yang kompeten yaitu dokter, bidan, dan perawat terlatih sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Pelayanan antenatal terpadu secara keseluruhan meliputi hal-hal sebagai berikut :

  1. Memberikan pelayanan dan konseling kesehatan termasuk gizi agar kehamilan berlangsung sehat
  2. Melakukan deteksi dini masalah, penyakit dan penyulit/komplikasi kehamilan
  3. Menyiapkan persalinan yang bersih dan aman
  4. Merencanakan antisipasi dan Persiapan dini untuk melakukan rujukan jika terjadi penyulit/komplikasi
  5. Melakukan penatalaksanaan kasus serta rujukan cepat dan tepat waktu bila diperlukan
  6. Melibatkan ibu dan keluarganya terutama suami dalam menjaga kesehatan dan gizi ibu hamil, menyiapkan persalinan dan kesiagaan bila terjadi penyulit/komplikasi

Dalam melakukan pemeriksaan antenatal, tenaga kesehatan harus memberikan pelayanan yang berkualitas sesuai standar yang terdiri dari :

       1. Timbang berat badan dan ukur tinggi badan

Penimbangan berat badan bertujuan untuk mendeteksi adanya gangguan pertumbuhan janin.

Pengukuran tinggi badan bertujuan untuk menapis adanya faktor risiko pada ibu hamil

        2. Ukur tekanan darah

Pengukuran tekanan darah bertujuan untuk mendeteksi adanya hipertensi (tekanan darah ≥ 140/90 mmHg) pada kehamilan dan preeklampsia (hipertensi disertai edema wajah dan atau tungkai bawah dan atau proteinuria)

         3. Nilai status gizi (ukur lingkar lengan atas/LILA)

Pengukuran LILA hanya dilakukan pada kontak pertama oleh tenaga kesehatan di trimester I untuk skrining ibu hamil berisiko Kurang Energi Kronis (KEK) dimana LILA < 23,5 cm.  Ibu hamil dengan KEK akan dapat melahirkan bayi berat lahir rendah (BBLR)

         4. Ukur tinggi fundus uteri

Pengukuran tinggi fundus uteri pada setiap kali kunjungan antenatal dilakukan untuk mendeteksi pertumbuhan janin sesuai atau tidak dengan umur kehamilan.

          5. Tentukan presentasi janin dan denyut jantung janin (DJJ)

Menentukan presentasi janin dilakukan pada trimester II dan selanjutnya setiap kali kunjungan antenatal dengan tujuan mengetahui letak janin.

Penilaian DJJ dilakukan pada akhir trimester I dan selanjutnya setiap kali kunjungan antenatal dengan tujuan mengetahui adanya kegawatan janin (DJJ lambat < 120x/menit atau cepat > 160x/menit)

          6. Skrining status imunisasi tetanus dan berikan imunisasi Tetanus Toksoid (TT) bila diperlukan

Untuk mencegah terjadinya tetanus neonatorum pada ibu hamil.

          7. Beri tablet tambah darah (tablet besi) untuk mencegah anemia gizi besi pada ibu hamil

          8. Periksa laboratorium (rutin dan khusus)

Pemeriksaan laboratorium rutin adalah  pemeriksaan laboratorium yang harus dilakukan pada setiap ibu hamil yaitu golongan darah, hemoglobin, dan pemeriksaan spesifik daerah endermis (malaria, HIV,sifilis dll)

Pemeriksaan laboratorium khusus adalah pemeriksaan laboratorium lain yang dilakukan atas indikasi pada ibu hamil yang melakukan kunjungan antenatal (kadar gula darah,BTA dll).

9. Tatalaksana/penanganan kasus

Hasil pemeriksaan antenatal yang ditemukan kelainan harus ditangani sesuai standar dan kewenangan tenaga kesehatan. kasus-kasus yg tidak dapat ditangani dirujuk sesuai dengan sistem rujukan.

10. Temu wicara (konseling)

Konseling antenatal meliputi kesehatan ibu, perilaku hidup bersih dan sehat, peran suami/keluarga dalam kehamilan dan perencanaan persalinan, tanda bahaya pada kehamilan,persalinan dan nifas serta kesiapan komplikasi, asupan gizi seimbang, gejala penyakit menular dan tidak menular, inisiasi menyusu dini (IMD), KB pasca persalinan, imunisasi.

Read more

Galeri
Komentar Pengunjung
Online Support
Info Pengunjung
© 2009 - 2015 Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto
Jl RA Basuni No 4 Mojokerto Telp:0321-321957 E-Mail:dinkeskabmojokerto@gmail.com