ADA APA DENGAN FEBRUARI?

Apa yang membuat bulan Februari spesial? Ya, di bulan yang penuh kasih sayang ini publik beramai-ramai merayakan hari kasih sayang. Hari yang dikenal dengan Valentine day ini jatuh pada tanggal 14 Februari pada setiap tahun. Euphoria hari kasih sayang bahkan telah terasa sebelum hari Valentine tiba. Display dan meja supermarket biasanya didominasi dengan hiasan bunga, balon, maupun pernak-pernik berbentuk hati, diskon makan malam romantis dimana-mana, bahkan harga cokelat yang jadi jauh lebih murah dari biasanya. 

Berbeda dengan jaman sekarang dimana Valentine day adalah hari saat kita bisa berbagi kasih dengan memberikan hadiah, dahulu perayaan hari kasih sayang di Romawi bertujuan untuk penyucian kota dari segala kesialan dan kutukan. Ditambah lagi sebagai pengingat St. Valentine, seorang pastor yang meninggal dengan cara tragis. Terlepas dari banyaknya legenda, sejarah, perayaan, tradisi yang ada tentang hari kasih sayang, berbagi kasih sayang dengan sesama adalah ekspresi pengungkapan rasa syukur terhadap orang-orang yang dikasihi. 

Berbagi kasih sayang tak perlu melulu dengan hadiah bunga atau coklat. Di bulan kasih sayang ini, Pemerintah secara rutin mengkampanyekan pemberian vitamin A pada balita di seluruh Indonesia sebagai bentuk kasih sayang dan kepedulian terhadap kelompok masyarakat yang rentan kekurangan vitamin A.

BULAN VITAMIN A

Bulan Februari dan Agustus disebut juga bulan vitamin A. Mengapa? Karena pada kedua bulan ini dilakukan pembagian vitamin A pada anak usia 6-59 bulan secara serentak di seluruh Indonesia. Penelitian di berbagai negara menunjukkan bahwa pemberian vitamin A sebanyak 2 kali dalam setahun pada balita merupakan salah satu intervensi kesehatan yang mencegah kekurangan vitamin A dan kebutaan serta penurunan kesakitan dan kematian pada balita. Oleh karena itu, Indonesia telah aktif mengkampanyekan program suplementasi vitamin A 2 kali dalam setahun sejak tahun 1970-an hingga sekarang.

MENGAPA BALITA PERLU VITAMIN A?

Kurang Vitamin A dapat terjadi pada semua umur terutama pada masa pertumbuhan. Salah satu dampak kurang vitamin A adalah kelainan pada mata yang umumnya terjadi pada anak usia 6 bulan–4 tahun yang menjadi penyebab utama kebutaan. Hal tersebut biasanya terjadi pada anak yang menderita gizi buruk akibat asupan zat gizi sangat kurang. Anak yang kurang vitamin A mudah terserang infeksi seperti infeksi saluran pernafasan akut, campak, cacar air, diare dan infeksi lain karena daya tahan tubuh menurun. Namun masalah kekurangan vitamin A dapat juga terjadi pada keluarga dengan penghasilan cukup karena kurangnya pengetahuan orang tua terutama ibu tentang gizi yang baik. Gangguan penyerapan pada usus juga dapat menyebabkan kekurangan vitamin A.

DIMANA BISA MEMPEROLEH VITAMIN A?

Pemerintah berupaya untuk menyelesaikan masalah kekurangan vitamin A dengan pemberian kapsul vitamin A kepada balita. Pada bulan Februari dan Agustus dilakukan pemberian Vitamin A dosis tinggi untuk bayi dan balita usia 6-59 bulan. Pada Bayi usia 6-11 bulan diberikan Vitamin A kapsul biru (dosis 100.000 IU) dan pada Balita usia 12-59 bulan diberikan Vitamin A kapsul merah (dosis 200.000 IU). 

Banyak ibu bertanya dimana bisa memperoleh vitamin A. Secara teknis, vitamin A dapat bagikan secara gratis di:

  • Sarana fasilitas kesehatan (rumah sakit, puskesmas, puskesmas  pembantu (pustu), polindes/poskesdes, balai pengobatan, praktek dokter/bidan swasta)
  • Posyandu
  • Sekolah Taman Kanak-kanak, Pos PAUD termasuk kelompok bermain, tempat penitipan anak, dll

Oleh sebab itu, sebaiknya ibu mendaftarkan anak ke posyandu terdekat supaya anak “terhitung” sebagai penerima vitamin A. Di posyandu, tenaga kesehatan dan kader terlatih siap melayani ibu dan anak. Jika tidak ada posyandu bisa dimintakan ke bagian Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Puskesmas daerah tempat tinggal ibu.

Selain itu, vitamin A dapat diperoleh dari berbagai asupan makanan yang tersedia di lingkungan sekitar kita. Makanan sumber Vitamin A sebagian besar berasal dari produk hewani seperti daging, telur, susu dan hati. Namun beberapa produk nabati juga mengandung Vitamin A seperti sayur dan buah berwarna seperti wortel, bayam, sawi, kol, brokoli, semangka, melon, pepaya, mangga, tomat, ubi jalar dan kacang polong. Disamping dari produk alami, Vitamin A juga dapat berasal dari beberapa bahan pangan seperti dalam minyak goreng, margarin, keju, yogurt dan beberapa jenis mie instan. 

Nah, masalahnya apakah anak mau memakan dalam jumlah yang mencukupi kebutuhan vitaminnya? Untuk mengetahui kecukupan vitamin A pada anak kita bisa periksa di laboratorium. Dan alangkah baiknya anak memperoleh kapsul vitamin A dengan dosis sesuai umur. Pemberian vitamin A ini murah dan mudah sehingga diharapkan mampu mengurangi kejadian kekurangan vitamin A pada anak.

Jadi tunggu apa lagi? Mari berbagi kasih sayang pada anak-anak kita. Ayo segera ke posyandu! Kita bantu pemerintah mensukseskan Bulan Vitamin A.

Ingat Februari, ingat Valentine. Ingat Hari Kasih Sayang, ingat vitamin A!

Selamat Hari Kasih Sayang.

 

 

Sumber:

https://duniasehat.net/2014/02/27/bulan-vitamin-a/

https://edyutomo.com/vitamin-pengertian-jenis-fungsi-manfaat-dan-sumber-vitamin/

https://halosehat.com/gizi-nutrisi/panduan-gizi/100-makanan-yang-mengandung-vitamin-a-super-tinggi