Lele Budidaya Lokal,untukm GIZI anak Negeri

Lele adalah sejenis ikan yang hidup di air tawar. Lele memiliki tubuh yang licin, agak pipih memanjang, serta memiliki ‘kumis’ panjang yang mencuat dari sekitar bagian mulutnya.Di Indonesia, lele populer sebagai ikan budidaya untuk konsumsi dan juga untuk menjaga kualitas air yang tercemar. Seringkali lele ditaruh di tempat-tempat yang tercemar karena bisa menghilangkan kotoran-kotoran. Lele tersebut harus dipelihara pada air yang mengalir selama beberapa hari dulu sebelum siap dikonsumsi,dengan maksud untuk membersihkannya.Kadangkala lele juga ditaruh di sawah karena memakan hama-hama yang berada di sawah. Lele sering pula ditaruh di kolam-kolam atau tempat-tempat air tergenang lainnya untuk menanggulangi tumbuhnya jentik-jentik nyamuk. Dari segi budidaya, lele tidak membutuhkan banyak perawatan dan masa tunggu panennya singkat.

Lele merupakan salah satu ikan yang banyak dikonsumsi dan digemari masyarakat. Baik orang dewasa maupun anak-anak menyukainya karena selain rasanya yang khas. Lele berdaging lunak, sedikit tulang, tidak berduri dan murah. Pengolahan yang paling populer adalah dengan digoreng dan disajikan sebagai pecel lele.

Selain rasa yang nikmat dan harga yang murah, ternyata lele memiliki banyak manfaat bagi tubuh antara lain:

  • Kandunganasam lemak Omega 3dan Omega 6 seperti halnya pada jenis ikan laut seperti ikan salmon dan ikan tuna. Kandungan Omega bermanfaat dalam perkembangan otak seperti meningkatkan kecerdasan, daya ingat, intelektual, perkembangan otak dan struktur pada bayi maupun anak. Selain itu Omega 3 juga mencegah penyakit jantung.
  • Kandungan proteinnya yang tinggi bermanfaat untuk penyembuhan luka, mencegah penyakit kardiobaskuler, obesitas, kolesterol, membangun tubuh ideal padat berotot, dan masih banyak lagi.
  • Dibandingkan telur ayam dengan kandungan Fosfor 100mg/100gr, kandungan Fosfor pada lele lebih tinggi yaitu 167mg/100gr. Fosfor sendiri bermanfaat untuk memberi energi dalam metabolisme dan menunjang kesehatan gigi dan gusi.
  • Kandungan B12 dapat membantu tubuh lebih berstamina dalam menjalani aktifitas sehari-hari, sehingga tidak gampang mengantuk. 1 ekor lele dapat memenuhi kebutuhan tubuh sampai 40%.

Dalam tayangan AYO HIDUP SEHAT tvOne Senin 5 Februari 2018, Ahli gizi Dr. Juwalita Surapsari, MGizi, SpGK mengungkapkan soal mitos dan fakta seputar konsumsi lele. Terkait dengan cara budidaya lele yang dilakukan dalam kolam terpal sebelum dibiakkan, diberi pakan kotoran hewan, kotoran itu sudah diolah dan difermentasi sehingga bakterinya hilang dan bentuknya pun seperti pakan ikan pada umumnya sehingga lele sangat aman dikonsumsi.

Dr. Juwalitajuga mengungkapkan bahwa lele baik dikonsumsi anak-anak dan balita. Lele memiliki kandungan nutrisi yang melimpah. Proteinnya bagus untuk pembentukan sel imun, juga baik untuk perkembangan sel-sel otak. Lalu ada vitamin B12 juga yang baik bagi pembentukan sel darah merah. Karena itu dokter menganjurkan anak-anak untuk mengonsumsi lele. Lebih lanjut,beliau mengatakan bahwa yang harus diperhatikan adalah konsumsi lele hanya dianjurkan bagi anak yang sudah memasuki tahapan MPASI (6 bulan ke atas) agar lele bisa jadi pelengkap nutrisi dan lemak baik untuk anak.

Untuk anak gizi kurang atau gizi buruk, makanan yang mengandung Omega-3 menjadi penting untuk dikonsumsi.Selain Omega-3, kandungan protein di dalam ikan lele juga sangat tinggi sehingga tak hanya otak saja yang bisa berkembang sehat, tapi juga fungsi tulang dan otot. Oleh karena itu, lele dapat menjadi salah satu alternatif ikan yang diolah sebagai menu harian murah namun kaya nutrisi selain seafood. Agar tak bosan dengan menu lele sebagai lauk pauk saja, masyarakat dapat berkreasi dalam mengolah lele menjadi makanan yang lebih menarik minat konsumsi anak-anak misalnya kukis, puding, dan es krim.

Lele dijadikan puding dan es krim?? Ya! Di Kabupaten Mojokerto, tahun 2018 ini terdapat sebuah inovasi yang memanfaatkan lele untuk mengatasi masalah anak gizi buruk. Inovasi yang dilahirkan oleh UPT Puskesmas Puri tersebut didasari oleh kondisi di UPT Puskesmas Puri. Sebelumnya, pada tahun 2015 ditemukan 48 balita mengalami gizi buruk, menurun menjadi 26 balita di tahun 2016, dan kembali meningkat menjadi 46 balita di tahun 2017. Selain itu, mengacu pada Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, pada Bab VIII tentang gizi khususnya pasal 141 ayat 1 yang menyebutkan bahwa Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat ditujukan untuk meningkatkan mutu gizi perorangan dan masyarakat. Hal tersebut mendorong UPT Puskesmas Puri untuk berinovasi membuat makanan berbahan dasar lele yang digemari anak-anak guna meningkatkan gizi mereka.

Bekerja sama dengan Tim penggerak PKK di Desa Tampungrejo, instansi tingkat kecamatan, Dinas Pangan dan Perikanan serta kader desa, budidaya lele dikembangbiakkan untuk diolah menjadi es krim lele, jus lele, puding lele, nugget lele, mie lele, kukis lele, dan rolade lele. Selain itu lele juga diolah menjadi bentuk ekstrak sehingga bisa kapan saja diolah oleh keluarga yang membutuhkan.

Inovasi olahan lele yang dimulai sejak tahun 2017 ini memberikan treatment pada balita gizi kurang dan gizi buruk yaitu dengan konsumsi hasil olahan lele secara rutin dalam kurun waktu 6 bulan. Treatment tersebut terbukti mampu meningkatkan gizi balita secara signifikan. Tak hanya itu, kegiatan yang juga melibatkan Posyandu dan ibu-ibu PKK ini mampu meningkatkan keterampilan ibu balita dalam mengolah makanan balita dan meningkatkan peran masyarakat dalam kreasi cipta menu makanan. Berbuah manis, keberhasilan inovasi yang disebut dengan BULE GAZIBU (BudidayaLele Untuk Penanggulangan GiziBuruk) oleh UPT Puskesmas Puri ini pun berhasil meraih penghargaandari Jawa Pos Institute of Pro-Otonomi (JPIP) sebagai Nominator KompetisiInovasiOtonomi Awards (OA) 2018 mewakili Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto.

 

 

https://www.viva.co.id/gaya-hidup/kesehatan-intim/1003890-ikan-lele-baik-untuk-perkembangan-otak-anak

http://ceritawanitamodern.com/nutrisi-dalam-ikan-lele-sebagai-penunjang-perkembangan-balita/