Pemkab Evaluasi Kesiapsiagaan Pencegahan COVID-19 di Gugus Tugas Dinkes

Minggu (22/03/2020), Bupati Mojokerto Pungkasiadi melakukan evaluasi kesiapsiagaan pencegahan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Posko Siaga Covid-19 Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto.

Sebelum evaluasi dan laporan dijabarkan satu persatu, Bupati Mojokerto Pungkasiadi berjanji bahwa Pemkab dan jajarannya akan terus berkomitmen memerangi Covid-19 bersama-sama. Beliau mengapresiasi usaha pemberitahuan informasi ke masyarakat dengan cara mobil penerangan informasi keliling yang sudah dilaksanakan sebelumnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, dr. Sujatmiko, MM, M.M.R, melaporkan update Peta Sebaran Covid-19 di Kabupaten Mojokerto per 22 Maret 2020 menunjukkan 125 Orang Dengan Resiko (ODR), 16 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 6 Pasien Dalam Pemantauan (PDP). Pihaknya akan terus memantau perkembangan sebaran Covid-19 serta ketersediaan masker dan ketersediaan alat pelindung diri masih terbatas terutama bagi tenaga medis. Sedangkan untuk rapid test (test massal) diutamakan bagi PDP.

dr. Sujatmiko menegaskan bahwa pihaknya telah menganggarkan sejumlah dana, namun pemenuhan Alat Pelindung Diri (APD) belum maksimal dikarenakan kelangkaan barang di tengah kondisi seperti ini. Di samping itu, beliau juga menjelaskan kabar yang beredar terkait Avigan dan Chloroquine yang sedang viral sebagai obat Covid-19 bahwa bahan-bahan tersebut tidak dapat digunakan sembarangan.

Kapolres Mojokerto AKBP Feby DP Hutagalung dan Kapolresta Mojokerto AKBP Bogiek Sugiyarto dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan arahan terkait pencegahan Covid-19. Mereka mengajak masyarakat untuk patuh terhadap himbauan tidak mengadakan dan menghindari kerumunan massa di tengah wabah Covid-19 sebab sebaran Covid-19 tidak dapat dikendalikan.

Usai kegiatan evaluasi, Bupati, Forkopimda dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melanjutkan pengecekan ruang isolasi di RSUD RA Basoeni di Kecamatan Gedeg. RSUD RA Basoeni telah menyiapkan kurang lebih tiga ruangan kamar, dengan sejumlah tempat tidur sebagai kamar isolasi apabila terjadi kasus positif Covid-19.