studi banding akreditasi puskesmas di kab Sampang

3 Juni 2015

Dalam rangka pelaksanaan Akreditasi di 3 Puskesmas di Kabupaten Mojokerto tahun 2015, Dinas Kesehatan bersama tiga puskesmas yaitu Jetis, Bangsal, dan Kutorejo melakukan Kaji Banding ke Puskesmas yang telah melaksanakan akreditasi yaitu Puskesmas Omben di Kabupaten Sampang. Dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang, Tim Akreditasi Dinas Kesehatan Mojokerto berniat menimba ilmu dalam proses Akreditasi.

Setelah menempuh perjalanan selama 5 jam, rombongan diterima langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang, dr. Firman di ruang pertemuan Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang. "Akreditasi ini muncul karena keinginan kami berbenah mengingat Indeks Kepuasan Masyarakat kami sangat rendah. Kami kalah dengan Kabupaten Papua. Itu yang mendorong kami bagaimana agar pelayanan kami diakui dan bisa lebih baik dari kabupaten lain yang lokasinya mungkin lebih terpencil dari kita," demikian ujar dr Firman.

Setelah mendapatkan dukungan dana, Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang menunjuk 2 Puskesmas untuk melaksanakan akreditasi, yaitu Puskesmas Omben dan Banyu anyar. Untuk Puskesmas Omben, sebelumnya pada tahun 2009, telah menjadi juara pelayanan publik dan pada tahun 2010 telah melaksanakan ISO. Dengan demikian menjadi mudah untuk melangkah ke proses akreditasi. Selama 3 bulan mendapatkan pendampingan dari tim penamping Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang, Puskesmas Omben mendapatkan penilaian dari tim independent. "Dibutuhkan perjuangan dan kerja keras dari teman-teman Puskesmas. Sangat penting dibangun komitmen karena untuk melaksanakannya teman-teman harus mau bekerja diluar jam dinas bahkan lembur sampai malam. Kami sebagai tim pendamping harus siap mensupport teman-teman puskesmas," demikian ujar Subagio, salah satu pendamping akreditasi Puskesmas Omben.

"Dengan melihat hasil dari Puskesmas Omben, bagaimana solidnya, komitmenya, tim Akreitasi Dinas Kesehatan berharap bisa mengikuti jejak dari Puskesmas Omben, untuk meningkatkan mutu pelayanan sehingga kami bisa mendapatkan pengakuan dari pihak luar, baik tim penelian maupun dari masyarakat," demikian tutup Ris Burham, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan selaku ketua rombongan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto.